Memaksimalkan Daya Magnet Pribadi untuk Menarik Kemakmuran

Djengasih.com - Yang dimaksud dengan daya tarik pribadi adalah pancaran aliran dari seseorang yang memiliki kekuatan magnetis, dan menarik semua yang berada dalam radius kekuatannya.

Hal tersebut ternyata menarik perhatian banyak ahli lintas disiplin ilmu untuk mengkajinya lebih jauh. Mereka melakukan riset, mengembangkan teori, melaksanakan eksperimen, mengeksplorasi setiap sudut informasi dari segala disiplin keilmuan.

Dan hasilnya cukup mencengangkan, yakni bahwa daya tarik pribadi merupakan aliran gelombang atau vibrasi pikiran yang diproyeksikan dari pikiran manusia.

Setiap pemikiran yang diciptakan oleh otak memiliki kekuatan, besar ataupun kecil, tergantung dari dorongan yang tertanam ketika pikiran tersebut diciptakan.

Saat berpikir, manusia mengirimkan aliran samara yang sering memancar jauh laksana sinar. Pikiran yang kuat memiliki pancaran yang luar biasa dan kerap mematahkan perlawanan naluriah yang dimiliki pikiran orang lain.



Pikiran yang dikirimkan berulang-ulang juga akan memberi dampak, seperti pintu masuk yang menolak satu gelombang pikiran. “Ini layaknya hukum fisika dalam dunia psikis, yang dalam pepatah disebutkan; ‘tetesan air lambat laun bisa melubangi batu’,” terang Jeng Asih, konsultan spiritual yang berkonsentrasi pada maksimalisasi daya tarik lewat aura.

Sayangnya, kekuatan pikiran ini seringkali tak disadari bahkan disangkal oleh banyak orang. “Padahal jika kita bisa memahami sifat dan hukum yang mengatur kekuatan luar biasa ini, kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup kita,” lanjut Jeng Asih.

“Tak hanya bisa mempengaruhi orang lain, pikiran akan mampu mempengaruhi dirinya sendiri, tidak hanya sementara namun untuk selamanya. Karena seseorang akan menjadi apa yang dipikirkannya, maka berhati-hatilah dengan pikiran Anda. Kelola sebaik-baiknya dan pikirkanlah hal yang positif agar bisa kembali pada diri Anda secara positif pula,” papar Jeng Asih.

Betapa mudahnya kita merasakan sedih atau sebaliknya, hal ini menandakan bahwa kita adalah ciptaan mental. Karenanya, sesuatu yang dipikirkan secara berulang-ulang dengan cara yang sama tidak hanya mewujud diri dalam karakter, tetapi juga pada penampilan fisik. Jabatan seseorang bisa terlihat dari penampilan dan wataknya secara umum.

“Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Pasti karena adanya pikiran. Ketika terjadi perubahan jabatan, watak dan penampilan akan menyesuaikan diri dengan pola perubahan pikiran. Pekerjaan baru mendatangkan rangkaian pemikiran baru yang kemudian membentuk tindakan,” papar Jeng Asih.

 Dari sini kita bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa apa yang dipikirkan oleh seseorang, itulah yang akan diwujudkannya. Orang yang berpikir “Aku bisa dan aku akan melakukannya” pasti akan berhasil, sedangkan orang yang berpikir “Aku tidak bisa” pasti akan gagal. Jadi jika demikian, yang menyebabkan adanya perbedaan atas apa yang didapatkan oleh satu orang dengan orang lainnya, terletak pada pikiran mereka masing-masing.

“Maka lebih baik mendayagunakan pikiran dengan berpikir dengan sungguh-sungguh, dan tindakan akan menyelesaikan sisanya untuk Anda,” lanjut Jeng Asih.

Namun, ada satu rambu yang harus dijalankan agar kekuatan pikiran itu bisa berjalan dengan efektif, yakni dengan menjalankan kendali mental. Kendali mental yang dimaksud adalah menghilangkan pikiran takut dan benci yang merupakan induk semua pikiran buruk.

“Bibit pikiran itu harus dihancurkan. Pikiran itu hanya akan merusak taman indah Anda, dan mengembangkan bibit pikiran lain seperti khawatir, bimbang, malu-malu, tak menghargai diri sendiri, iri hati, dengki, cemburu, fitnah dan pikiran-pikiran tak sehat lainnya,” tandas Jeng Asih.//cw

  • Share:

ARTIKEL TERKAIT

6 COMMENTS

LEAVE A COMMENT